Manusia Membutuhkan Juruselamat

Sejak manusia pertama  (Adam)  jatuh ke dalam dosa, dosa telah masuk ke dalam hati semua manusia,  “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”  (Roma 5:12).  Akibat dosa, segala sakit-penyakit, kesusahan, penderitaan dan maut telah menimpa hidup manusia dari mula pertama hingga sampai pada akhir zaman.  Manusia sudah dirusak oleh dosa, dan sejak lahirnya ia telah dicemarkan oleh dosa seperti Daud katakan,  “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.”  (Mazmur 51:7).  Dosa yang dibawa dalam kelahirannya itulah yang disebut dosa pusaka atau dosa asal.

Karena dosa, manusia kehilangan kemuliaan Tuhan, sehingga dalam pikiran, perkataan dan perbuatannya manusia cenderung berbuat dosa atau melakukan hal yang jahat.  Paulus menyadari ini:  “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.”  (Roma 7:15).  Dalam perkembangannya dosa semakin bertambah-tambah dan merajalela dalam kehidupan manusia.  Zaman sekarang ini sudah tampak nyata:  kriminalitas dan segala sesuatu yang amoral semakin hari semakin meningkat drastis.  Dengan kekuatan sendiri manusia tidak mungkin bisa melepaskan diri dari kuasa dosa walaupun ia seorang nabi, guru besar, kanjeng, raja atau ahli filsafat sekalipun.  Dalam keadaan seperti itu sesungguhnya manusia memerlukan Juruselamat yang bisa membebaskan mereka dari segala dosanya.

Juruselamat haruslah orang yang suci dan bebas dari dosa, orang yang harus lebih berkuasa dari manusia dan Iblis.  Dialah Yesus Kristus, Anak Manusia,  “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”  (2 Korintus 5:21).  Namun sampai hari ini tidak semua orang mau percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebaliknya mereka menolak dan membenci Dia secara terang-terangan, bahkan berita Injil pun tak dianggap.

Tuhan Yesus berkata,  “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”  Yohanes 14:6

Post Author: talantan

Leave a Reply